Sejarah

/

Sejarah

SEJARAH BAQA – Baitul Qur’an Al-Afifin Al-Mukhtariyah Lengkok

Baitul Qur’an Al-Afifin (BAQA) yang sebelumnya bernama Asrama Tahfizul Qur’an (ATQ) Al-Mukhtriyah Lengkok berdiri pada hari Rabu Tgl 06 Rabi’ul Awal 1443 H/13 Oktober 2021 M.

Berawal dari antusias santri-santriwati mulai tingkat MI sampai SMA mengikuti kegiatan ekstrakurikuler khususnya bidang Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh madrasah/sekolah tidak hanya diikuti oleh santri-santriwati yang menempuh pendidikan di lingkungan perguruan Al-Mukhtariyah Lengkok namun juga berasal dari beberapa madrasah disekitar desa Mamben Lauk, desa Tembeng Putik, desa Bandok, dan desa Mamben Baru.

kurang lebih 4 tahun berjalan kegitan tersebut jumlah santri binaan semakin bertambah yang memaksa kami untuk membagi santri menjadi 7 majlis/halaqah puncaknya pada tahun 2018 lembaga mengirim 3 santri ke pondok pesantren Hamalatul Qur’an (Jawa Timur)

2 tahun kemudian tepatnya tahun 2020 lembaga kembali mengirimkan 1 orang santri ke pondok yang sama yang semua santri ini kemudian menjadi pembina utama. hal ini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat sekitar.

namun kemudian masalah mucul karena kita belum memilki pembina khusus tahfiz maka terdapat kesulitan tersendiri untuk menangani santri yang sudah mulai menghafal, sehingga pada akhirya diputuskan untuk mencari pembina khusus tahfizul qur’an yang mumpuni sesuai bidangnya, beberapa pembina tahfiz didatangi namun tidak ada satupun yang menyanggupi untuk melakukan pembinaan rutin setiap hari karena sudah memiliki kesibukan masing-masing.

hal ini tidak menyurutkan semangat pengurus untuk terus mendapatkan pembina tahfizul qur’an sampai akhirnya disepakati dengan salah seorang pembina tahfizul qur’an (ust. atmamul ulum) untuk melakukan pembinaan 1 kali dalam 1 minggu. bersama beliau beberapa kali kami mengadakan rihlatul qur’an dengan meng-karantinakan santri-santriwati sebagai ikhtiyar untuk mendapatkan hasil yang maksimal, akhirnya Tahun 2019 beliau menyarankan untuk dibentuk lembaga tahfizul qur’an.

Pada Tahun 2020 diadakan musyawarah yang melibatkan semua pengurus perguruan dan dewan guru untuk membicarakan pembentukan lembaga tahfizul qur’an. namun demikian melihat berbagai persiapan yang belum sepenuhnya mendukung termasuk diantaranya pembina yang mendampingi santri-santriwati di asrama saat itu belum ada sehingga saat itu lembaga tahfizul qur’an belum bisa diwujudkan.

Pada Tahun 2021 pengurus menghubungi pembina utama pondok pesantren Al-Aziziah Lombok Barat ( Ust. Sama’an) untuk memberikan saran sekaligus meminta bantuan untuk dikirimkan salah satu pembina dari pondok tersebut. dalam waktu yang bersamaan pengurus terus melakukan persiapan fisik untuk bisa mewujudkan asrama tahfizul qur’an.

ketika semua persiapan sudah 90 % selsesai, pada Tanggal 01 Rabi’ul Awal 1443 H/08 Oktober 2021 M diadakan rapat pembentukan pengurus Asrama Tahfizul Qur’an Al-Mukhtariyah yang terdiri dari :

  • Ust. Hasanain, s.pd, sebagai ketua
  • Ust. M. Tsauban, s.pd.I, sekretaris
  • Khairah , s.pd.I bendahara

dan pada pada hari Rabu Tgl 06 Rabi’ul Awal 1443 H/13 Oktober 2021 M diresmikan sekaligus serah terima santri baru yang berjumlah 47 orang oleh ketua umum Yayasan Al-Mukhtariyah Al-Islamiyah Al-Mukarrom Bapak TGH. M. Yusi Adnan.

kemudian pada tahun 2025 dengan kesepakatan pengurus asrama dan yayasan nama Asrama Tahfizul Qur’an Al-Mukhtariyah di rubah menjadi Baitul Qur’an Al-‘Afifin (BAQA) Al-Mukhtariyah.